Semena-mena Terhadap Pemain, Rating World of Dragon Nest Terjun Bebas

Pada tanggal 8 Januari lalu, game mobile World of Dragon Nest, MMORPG Open World yang telah dinanti-nantikan oleh para gamer dari Asia Tenggara termasuk Indonesia akhirnya dirilis. Game Dragon Nest memang sangat populer di Indonesia sejak Gemscool merilis versi PC game MMORPG tersebut 8 tahun silam, maka tidak perlu heran mengapa antusias gamer Indonesia sangat tinggi terhadap game yang satu ini. Lalu, mengapa setelah game ini dirilis, malah mendapatkan rating yang sangat buruk oleh para pemainnya?

Beberapa Faktor Penyebab Rating Anjlok

1. Server Overload, Kurang Persiapan

Server pada saat perilisan, kapasitas kurang sehingga server overload.

Pada hari pertama perilisan, tampaknya pihak publisher kurang cermat dalam memperhitungkan kapasitas server dan jumlah pemain yang akan bermain, maka yang terjadi ialah para pemain terpaksa bengong seharian menunggu animasi loading server yang tidak kunjung selesai. Dari kejadian ini sudah banyak yang memberikan rating bintang 1 pada Play Store dan App Store. Namun setelah pihak publisher menambah jumlah server, akhirnya para pemain bisa mulai menikmati game yang dinanti-nantikan ini dengan penuh antusias. Sebenarnya setelah kejadian ini, pihak publisher telah mengemis kepada para pemain untuk memberikan rating bintang 5 terhadap gamenya agar mereka lebih semangat dalam melayani para player, yang tentunya disambut positif oleh para player dengan memberikan bintang 5.

2. Arogansi Berlebihan

Seminggu setelah hari perilisan, para player sudah mulai mengerti seluk beluk permainan World of Dragon Nest ini dan mereka mulai mempelajari trik-trik yang salah satunya ialah trik untuk mendapatkan gold dengan jumlah yang banyak di dalam Special Dungeon Crazy Duck. Trik ini membutuhkan kelincahan player untuk bermanuver membunuh 2 ekor bebek berwarna pink untuk mendapatkan ekstra waktu sebesar 10 detik, sehingga player tersebut bisa tetap berada di dalam dungeon selama dan sekuat yang dia mampu.

Namun rupanya pihak developer terkejut akan trik ini dan mereka malah menuduh para player melakukan abuse (penyalahgunaan) dan parahnya mereka langsung membanned permanen banyak sekali player yang melakukan trik tersebut. Padahal menurut kami, tidak ada yang salah dengan membunuh monster yang disediakan oleh game itu sendiri. Hal ini memicu kemarahan para player khususnya player dari Indonesia sehingga mereka mulai membanjiri Play Store dan App Store dengan rating bintang 1.

Tidak berhenti di situ saja, pihak developer kemudian membuat bebek pink tersebut tidak lagi memberikan ekstra waktu sehingga player tidak bisa lagi mendapatkan gold dengan jumlah yang besar pada dungeon itu.

3. Membanned Petani

Petani sudah merupakan ciri khas dari sebuah MMORPG. Tidak berbeda dengan World of Dragon Nest, banyak sekali player yang memainkan banyak karakter demi mengumpulkan gold sebanyak-banyaknya untuk ditrade ke karakter utamanya. Namun lagi-lagi, pihak developer tidak suka dengan hal ini dan langsung membanned player-player tersebut dengan alasan melakukan transaksi dengan jumlah gold yang tidak wajar. Ini bagaikan menabur garam pada luka, player-player yang tidak suka dengan arogansi developer langsung meluncur ke Play Store dan App Store untuk mengubah rating mereka menjadi bintang 1.

4. Bug Merusak Tidak Segera Diperbaiki

Banyak sekali bug yang sifatnya merusak game itu sendiri yang masih belum diperbaiki. Hingga tanggal 23 Januari kemarinlah pihak developer akhirnya memperbaiki sebagian bug tersebut. Salah satunya ialah bug menaikkan status karakter hingga menjadi puluhan ribu bahkan jutaan ATK dan DEF. Bug ini sempat dibiarkan hingga berhari-hari, tidak ada emergency maintenance ataupun patch, sehingga banyak player yang kecewa terhadap sikap developer yang terkesan lambat dalam menangani bug yang merugikan player sehingga membuat mereka juga ikut meluncur memberikan rating bintang 1.

5. Secara Diam-Diam Developer Membuat Gold Sulit Didapat

Pada tanggal 23 Januari, pihak developer akhirnya memberikan patch update berupa perbaikan pada bug-bug yang telah dibahas di atas, dengan patch notes lengkap berikut semua event baru yang telah disediakan. Namun, ada satu hal yang tidak disinggung dalam patch notes tersebut dan itu adalah penurunan harga jual Juice yang tadinya 200 Gold menjadi 20 Gold. Hal ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi para player yang tadinya bisa mengais sejumlah gold dengan memproduksi dan menjual Juice, dan sekarang sudah tidak bisa lagi.

Akhirnya, bertambah lagi player yang meluncur ke Play Store dan App Store untuk memberikan tendangan balasan Acrobat bagi developer atas kekesalan mereka.

Rating World of Dragon Nest pada Google Play Store per tanggal 24 Januari 2020 pukul 02:47
Rating World of Dragon Nest pada iOS App Store per tanggal 24 Januari 2020 pukul 02:47

Mengapa Hal Ini Harus Terjadi?

Sangat disayangkan bahwa game sebaik World of Dragon Nest menjadi “hancur” imagenya di mata player hanya karena kesalahan pihak publisher dan/atau developer dalam menangani game tersebut.

Andai saja kami yang diberi kuasa untuk menangani game tersebut, kami tidak akan melakukan banned kepada para player yang telah bermain dengan apik sehingga bisa mendapatkan gold dengan jumlah yang besar. Mungkin kami akan melakukan nerf dengan menurunkan waktu yang diberikan oleh kedua bebek pink tersebut sehingga player tidak bisa mendapatkan gold dengan jumlah yang terlalu fantastis. Kami akan mengakui itu adalah kesalahan kami dalam memperhitungkan mekanisme yang telah kami buat sendiri daripada menyalahkan player kenapa mereka membunuh bebek pink tersebut.

Selain itu, kami mungkin akan menambahkan fitur baru yang membutuhkan banyak gold sehingga perputaran gold yang masuk dan keluar akan seimbang, tanpa harus “merampas” gold tersebut dari tangan para player. Biarkan saja player melakukan trik dan melakukan farming, toh yang mengontrol pengeluaran gold tetap ada di pihak developer itu sendiri, apabila mereka cerdik.

Kami yakin rating World of Dragon Nest tidak akan jatuh seperti sekarang ini apabila pihak publisher atau developer mau melakukan dua tindakan yang lebih bijak seperti yang kami tulis di atas.

Terakhir, mungkin kami akan lebih memfokuskan pada pembuatan dan perilisan kostum-kostum baru yang keren, sehingga para player berminat membeli ketimbang memfokuskan pada masalah gold semata yang hanya merusak hubungan antara developer dan player.

Demikian analisa kami mengenai kejadian yang sangat luar biasa ini di mana sebuah judul game kelas atas menjadi bulan-bulanan massa gamer +62.

One thought on “Semena-mena Terhadap Pemain, Rating World of Dragon Nest Terjun Bebas

  • 30 January 2020 at 09:58
    Permalink

    wkkwkwkwk bener bgt cuy, tapi gw tetep main, bagus soalnya ni game, cuma dev+publishernya ja kek taek

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.